Monday, 10 July 2017

Boa enya, negeri yang tak putus dirundung lucu



"Boa enya" dalam bahasa berarti "Mungkin ada benarnya" kurang lebih seperti itu padanan dari bahasa Sunda. Yang menunjukan ekspresi menerka-nerka apa yang sebenarnya sedang terjadi di negeri ini. Sebut saja mulai dari ramainya dunia perpolitikan hingga yang terakhir tentang "NDESO" , atau dalam bahasa padanannya adalah "Kampungan". Dan sontak melalui jejaring media sosial banyak reaksi dari warga dunia maya meningkahi kata "NDESO". Dan di negeri ini hal-hal demikian ada yang menanggapinya dengan serius, terlampau serius, tidak serius, ragu-ragu dan tidak tahu. Yang terakhir adalah tidak tahu apakah harus ditanggapi serius atau ditanggapi seperti angin lalu. Toh ditanggapi ataupun tidak kehidupan akan terus menggerus waktu, orang-orang yang harus berjuang meningkatkan taraf kemampuan hidup harus menghadapi itu sebagai kenyataan. Tak peduli di jagat Negeri ini sedang ada apa yang terjadi,kadang-kadang hal-hal tersebut cukup sampai bisa Ditertawakan sambil kumpul sambil nyruput kopi atau nyeplus cengek dan tahu sumedang. 


Kita hidup pada masa dimana ada berbagai macam jenis manusia, dan tentu saja dari semua karekter itu kita memiliki satu tujuan hidup yang sama. Kurang lebihnya bahagia di dunia dan seterusnya kebahagiaan akhirat sehingga menjadi satu kesatuan bahagia dunia dan akhirat. Caranya bagaimana? ada banyak cara, mulai dari dengan menjadi anak yang baik berbakti pada kedua orang tua, menjadi tokoh masyarakat yang senantiasa memikirkan keperluan orang banyak hingga menjadi seorang pemimpin di kelompoknya untuk meraih tujuan bersama-sama para anggotanya, juga seorang relawan yang tidak pernah memikirkan kehidupannya kecuali berkhidmat menjadi seorang yang selalu bisa menolong orang lain. Hellowww .. I'm volunteer but i'm not a superman. Nah dikalimat terakhir muncul semacam situasi yang akan kita gali dari kacamata lucu. Tulisan-tulisan ini akan saya coba atur dalam tema #WaktuIndonesiabagianNgoffie. Anggap saja obrolan ringan yang biasa berkembang bila lagi ngariung sambil nyrupuut secangkir kopi, atau teh, cokalat anget juga boleh apalagi wedang jahe atau bir pletok apapun lah. Yang jelas obrolannya sederhana tapi engga melantur kemana saja, bagi anak muda yang sedang gandrung memegang ideogi hidup kembali pada nilai-nilai keagamaan tulisan-tulisan ini Insya Allah tidak akan melalaikan kita dari mengingat Allah. Bahkan kalau belum ketemu, bacanya mesti pelan-pelan, didialogan dan gunakan segenap kecerdasan yang kita miliki untuk meningkahi setiap katanya. Kemudian seluruh tulisan ini akan kita beri judul "Boa enya, Negeri yang tak putus dirundung lucu".

#1 PERSIB vs Madura United
Cerita pertama berawal dari pertandingan Persib melawan Madura FC (09/07/2017) secara tandang, secara psikologis Persib memerlukan poin untuk kembali bangkit pada kancah persepakbolaan Nasional. Sederet pemain bintang dan mahal ternyata tidak menjadi jaminan prestasi Persib hingga putaran ini, Jajang Nurjaman yang akrab dipanggil Janur pun hampir-hampir mengundurkan diri dan merasakan hebatnya tekanan dari Bobotoh yang ramai di jejaring sosial. Singkat cerita Madura FC pun tidak akan memberikan poin begitu saja pada Persib, terlebih mereka bermain di kandang sendiri dan harus memenuhi harapan para penggemar. Belum lagi persaingan di puncak klasmen begitu ketatnya sehingga partai ini tetaplah menjadi partai penting apalagi yang dihadapi adalah Persib dengan sederet nama besar dan prestasi. Masyarakat yang menikmati proses pertandingan ini berharap pertandingan yang seru tidak monoton dan tentu saja ingin menyaksikan aksi para bintang pujaannya. Kualitas persepakbolaan nasional adalah cerminan dari setiap pertandingan seperti ini, komentator kawakan dan "rame" disiapkan televisi yang menyiarkannya secara langsung. 

Singkat cerita Essien mendapatkan umpan dari lini tengah dan dengan sigap mengeluarkan tembakan jarak jauh agar peluang itu tidak sia-sia. Penonton bersurak menggelegar di area nonton bareng Lapangan Sepak Bola Lodaya, meski agak terlambat untuk memastikan benar gol apa tidak. Saya sendiri malah tidak yakin itu gol karena jarak saya menonton dari jauh, bolanya tidak kelihatan hanya ada beberapa adega Atep dan kawan-kawan protes pada wasit. Ternyata golnya dianulir dengan sebab offside, wasit hakim garis sudah mengangkat bendera. Siaran ulang ditampilkan sampai komentator berbicara "Apakah dengan posisi seperti itu wasit bisa dengan jelas melihat itu offside atau tidak?" penonton kecewa. Wasit tetaplah wasit, pengadil di Lapangan yang tidak pernah salah sejauh ini. Permainan Persib tidaklah mengecewakan, pasukan Janur berjuang dengan penuh semangat hingga akhirnya harus menerima kenyataan kalah 3-1 dari Tuan Rumah. 

Kita punya harapan kancah persepakbolaan di Indonesia bisa maju seperti di negeri-negeri yang memang sangat hebat mulai dari kompetisi, sumber daya atlit hingga prestasinya di tingkat dunia. Dengan adanya kompetisi tentu saja akan menjadikan pertumbuhan kancah persepakbolaan di negeri ini mendapatkan atmosfernya. Namun apa yang terjadi sungguh diluar harapan, bagaimana mau maju kalau wasitnya saja masih sering melakukan kesalahan. Justru menimbulkan pertanyaan apakah ini benar kesalahan wasit atau?  Lucu kan? anggap saja lucu ibarat nonton dagelan. Terus bagaimana? ya sudah kita kembali saja ke rutinitas kita toh meributkan pertandingan semalam tidak akan menjamin kita mendapatkan penghasilan tambahan. Biar kita lihat lagi kelucuan-kelucuan apalagi yang akan hadir, kita terima itu sebagai takdir hakiki sebagai orang Indonesia Boa enya. 

Muja 1001717|13:56 Wib











No comments:

Post a Comment