Sunday, 7 May 2017

Rindu

RINDU

Ceritanya teman-teman 1 minggu 1 cerita memberikan tema tentang RINDU, saya pun mulai merenung mencatat kembali apa yang akan ditulis dengan tema Itu. Yang pasti tidak akan dikaitkan dengan hal-hal yang berkenaan dengan percintaan, udah terlalu banyak yang merindu karena cinta baik sendu kelabu atau suka senang.

Rindu ini kita mulai dengan sebuah ingatan ke belakang, ah tapi kenapa pikiran menuju seseorang. Pasti dengan cinta berkaitan pasti dengan rasa pasti dengan ah aweu-aweu jadinya. Baik kita mengalir saja.


Selepas Shubuh saya bergegas menyiapkan dus berisi buku diatas motor, ditalikan dengan erat agar tidak mudah jatuh dan diposisikan agar tidak mengganggu posisi duduk. Saya akan berkendara keluar kota hari ini, dan jujur saja ini adalah pertama kalinya membawa motor ini ke luar kota. Saya pun memberikan tagline #MenujuTimur , setelah semuanya siap Bismillahirohmaanirrahiim semoga dijalan tidak ada hambatan. Akhirnya saya melaju pelan-pelan menuju timur meninggalkan Bandung, dikepala ini muncul banyak pertanyaan seperti bagaimana nanti ngomongnya, apakah dia mau menerima, apakah akan terkejut dengan apa yang saya bawa ini. Tidak terasa motor grand keluaran tahun 1994 ini telah memasuki kota yang akan saya tuju. Semakin dag dig dug saja rasanya, karena saya tidak memberikan kabar sebelumnya.

Dengan kecepatan rendah motor memasuki halaman rumahnya, setelah memarkirkan motor saya berdoa dulu kemudian mengetuk pintu. “Assalamualaikum.., “ “Waalaikumsalam..” sebuah jawaban terdengar dari dalam, dan suara yang saya kenal. Akhirnya kami bertemu, kemudian saya berbincang dan menyerahkan buku-buku yang saya bawa untuk dititipkan padanya. Buku-buku itu rencananya akan disimpan di perpustakaan yang akan didirikan di madrasah tempatnya mengajar. Sebentar saja dirumah berhalaman luas itu, kemudian saya pamit pulang.

Apa hubungannya dengan Rindu? Saya rindu prosesnya, memperjuangkan sesuatu hingga berwujud. Buku-buku itu saya kumpulkan, kemudian dititipkan untuk dijadikan perpustakaan di daerah yang memang sangat kurang fasilitas perpustakaan yang lengkap. Setidaknya, meski jumlahnya masih sedikit tapi buku-buku itu diupayakan buku-buku bergizi dan berkualitas. Ditambah adanya “Dia” yang menjadi bertambahnya semangat.

Lama kemudian, semangat itu menurun seiring dengan berubahnya langkah-langkah kaki meniti waktu. Hingga akhirnya, hari ini saya merindukan upaya seperti itu yang rasanya tidak ada yang dapat menandingi dengan apapun.

Muja 07.05.17|19:58 wib

1 comment:

  1. waaah, merindukan seseorang.
    aku sepakat dengan rindu pada suatu "proses".

    ReplyDelete