Saturday, 8 April 2017

#RESPEK

respek/res·pek/ /réspék/ n rasa hormat; kehormatan: menaruh -- atas perbuatan yang mulia
 Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) 

Dalam satu kesempatan saya mengikuti workshop mengenai Bullying di 'Aisyiyah Boarding School Bandung dengan mengusung tema #Respek Happy tanpa bully yang difasilitatori oleh Irfan Amalee dari Peace Generation Indonesia. Apa itu Bully? Bully dalam padanan bahasa (KBBI) disebut risak dengan pengertian sebagai berikut :

risak
ri.sak
[v] , me.ri.sak v mengusik; mengganggu: mereka tidak putus-putusnya ~ ku dng berbagai-bagai olok-olokan





Bully atau Risak adalah perilaku menyakiti orang lain baik dalam fisik maupun psikis. Banyak kasus bully terjadi di lingkungan sekolah, hal ini akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan psikologis korbannya dan terbawa hingga dia dewasa. Diantara kita semua barangkali ada yang pernah menjadi korban bully, pelaku bahkan yang hanya cuma jadi penonton. Tidak sedikit kita menganggap bahwa perilaku bully adalah sesuatu yang wajar, padahal menurut para ahli dampaknya negatif dan berefek jangka panjang. Bully bisa terjadi ketika di sebuah lingkungan ada semacam ketidakseimbangan kekuatan. Ada yang merasa kuat dan ada yang lemah. Pelaku bully biasanya adalah yang kuat dan mereka membully si lemah karena mendapatkan peluang. Nah diantara dua aktor itu ada sebagian yang berperan sebagai penonton. Namanya juga penonton, mereka biasanya hanya diam saja ketika terjadi tindakan bully. Apakah karena meraasa takut, atau memang tidak mau berurusan dengan orang yang melakukan bully dengan membela si korban. 

Jenis-jenis bully yang biasa terjadi di lingkungan kita berupa Mengolok-olok, menghina, memberi julukan, mempermalukan, menyebarkan gosip/ keburukan orang lain, mengasingkan/ mengucilkan, menyerang secara fisik, vandalisme hingga cyber bully. Wow banyak sekali kan bentuknya, dan itu bila tidak kita sadari sejak sekarang (mungkin ada satu dua perilaku kita yang mendekati jenis-jenis itu) bisa berakibat yang lebih buruk.

Sekolah Ramah dan Bebas Bully 



Apakah bisa sebuah sekolah bebas Bully? Jawabannya adalah bisa, caranya dengan meminimalisir peluang-peluang siswa untuk melakukan bully. Area sekolah diawasi sedemikian rupa hingga tidak ada semacam "blank spot" dimana bully biasa dilakukan. Dibuatkan semacam sistem yang dapat mendeteksi siswa berperilaku tidak sepantasnya. Termasuk memperlakukan pelaku dan korban dengan pendekatan "Welas Asih", dan memberikan penyadaran untuk kita semua agar tidak menjadi penonton yang pasif bila didapati kejadian bully di dekat kita. Penonton harus proaktif, menetralisir keadaan dengan merangkul kedua belah pihak. Yang harus diberantas adalah perilakunya bukan aktornya, karena pelaku bully bisa jadi memiliki latar belakang yang sulit dan berat sehingga pelampiasannya seperti itu. Korban pun demikian bisa jadi keadaan dirinya membuat rasa tidak percaya diri dan menjadi lemah. 

Aisyiyah Boarding School berkomitmen untuk mengembangkan konsep dan sistem sekolah bebas Ramah dan bebas Bully. Ini yang menjadi salah satu aspek terwujudnya kegiatan workshop yang keren ini. Belum semua sekolah bisa melaksanakan program bebas bully dikarenakan berbagai kekurangan dalam berbagai aspek seperti SDM yang akan terlibat khususnya para guru. Selain itu penanganan kasus bully disekolah masih banyak yang dilakukan dengan pendekatan yang sama-sama tidak menyelesaikan masalah. 

#Respek 





Kegiatan ini kemudian ditutup dengan satu kata R E S P E K , sebagai slogan Aksi untuk bangkit menghentikan bully di lingkungan kita. Terutama di sekolah hal ini berlaku bagi Guru, Siswa dan Orang Tua, karena setiap orang itu istimewa dari sananya dengan apa yang ada pada dirinya. Termasuk anak-anak kita, setiap anak adalah spesial harus diperlakukan sebaik-baiknya dengan pendekatan Welas Asih (kasih sayang). Kalau ada yang kurang pas akhlaknya yang diperbaiki ya akhlaknya, tidak dengan membunuh potensinya yang lain. Menurut Irfan Amalee di Indonesia ada 3,5 juta orang korban bully setiap tahunnya. Efek bully tidak bisa hilang hingga puluhan tahun. Kita harus mengenali apa itu bully dan perbuatan apa saja yang dikategorikan sebagai bully. 


Muja 22:07 wib|08.04.17



No comments:

Post a Comment