Tuesday, 15 August 2017

Pencak Silat : Dihormati bangsa lain, apa kabar di negeri sendiri?


pencak/pen·cak/ n permainan (keahlian) untuk mempertahankan diri dengan kepandaian menangkis, mengelak, dan sebagainya;-- silat kepandaian berkelahi, seni bela diri khas Indonesia dengan ketangkasan membela diri dan menyerang untuk pertandingan atau perkelahian; (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Sesepuh Paguron (Perguruan) PPSI dari Kota Cimahi

Pencak Silat di UNESCO . Pada hari Selasa (9/5/17) di markas UNESCO Paris, Perancis 180 duta besar dan 1000 penonton yang memadati Auditorium memberikan apresiasi kepada penampilan para Jawara Pencak Silat. Mereka disuguhi jurus-jurus beserta iringan musik dalam aksi teatrikal. Hampir 60 menit pertunjukan ini berlangsung dibuka Paguron KBRI Paris, lalu Tapak Suci dan ditutup oleh MASPI . Pada kesempatan itu @ridwankamil didaulat menjadi delegeasi Indonesia untuk melobi UNESCO agar Pencak Silat dimasukan warisan dunia tak benda. Setelah presentasi itu, UNESCO akan memprosesnya dan hasilnya akan diumumkan pada akhir 2018 atau awal 2019 .

Pencak silat sebagai keterampilan bela diri telah dikenal di manca negara. Seperti aliran bela diri dari negara-negara lainnya yang sangat populer. Namun kebanggaan dan upaya melestarikan warisan bangsa ini akan pencak silat tentu saja menjadi tugas kita semua. Tidak sedikit orang luar negeri mempelajari Pencak Silat, bangga akan kekayaan nilai filosofi, seni beladiri dan sportifitasnya. Kita jangan abai, malah lupa atau malah bangga dengan produk dari tempat lain .Pencak Silat menjadi tanggung jawab kita semua dan sudah dipresentasikan dihadapan UNESCO sekaligus merawat Pencak Silat agar tetap ada dan tidak diklaim bangsa serumpun seperti yang sudah-sudah .

Monday, 7 August 2017

Disiplin Menjaga Bumi dan Kamu



Tema tulisan ini sebenarnya adalah hutang tulisan yang biasa disetorkan untuk program 1 minggu 1 cerita, kebetulan minggu sebelumnya saya berada di lokasi yang minim sinyal dan karena kegiatannya tidak sempat menulis. Baiklah ada banyak hal yang bisa diangkat tentang disiplin diri termasuk disiplin untuk menulis, mm sebetulnya untuk tulisan-tulisan ringan dengan foto sering saya lakukan di IG @duniaadei. Hanya saja untuk memindahkannya dalam bentuk blog itu yang masih banyak “horeamnya”, baiklah saya akui itu.

Dari berbagai objek yang melintas dikepala pada akhirnya ketemu dengan sekalimat “Apakah dengan disiplin kita bisa menjaga bumi?” Padahal banyak kok orang yang engga perlu susah-susah memikirkan bagaimana menjaga bumi. Yang ada adalah bagaimana menjaga dirinya supaya tidak sakit atau kekurangan ekonomi dan hidup nyaman sentosa. Secara individu sih boleh-boleh saja dan penting malah untuk menjaga kesehatan, ekonomi, kesejahteraan kenyamanan dan berbagai hal yang banyak dicari oleh manusia dalam kehidupannya. Namun diluar itu kita tetap harus memperhatikan lingkungan sekitar kita beserta yang hidup bersamanya, mengapa? Karena memang sudah menjadi rumus  bila manusia itu pada dasarnya adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri (Soliter). Setiap keterhubungan akan mempengaruhi setiap individu didalamnya, termasuk bagaimana keterhubungan kita dengan alam, lingkungan dan tentu saja manusia.

Sunday, 30 July 2017

PIKNIK BIAR ENGGA PANIK



Sejak kecil saya tinggal dan bertumbuh di kota Bandung, jauh sebelum Bandung ramai dikunjungi banyak orang juga sebelum banyak di bangun hotel, kafe dan mall. Udaranya masih segar, bahkan bila pagi masih diselimuti kabut yang sejuk. Belum ramai juga kendaraan bermotor, angkutan kota menjadi andalan untuk bisa pergi kemana-mana disamping ongkosnya masih sangat murah kala itu.

Monday, 10 July 2017

Boa enya, negeri yang tak putus dirundung lucu



"Boa enya" dalam bahasa berarti "Mungkin ada benarnya" kurang lebih seperti itu padanan dari bahasa Sunda. Yang menunjukan ekspresi menerka-nerka apa yang sebenarnya sedang terjadi di negeri ini. Sebut saja mulai dari ramainya dunia perpolitikan hingga yang terakhir tentang "NDESO" , atau dalam bahasa padanannya adalah "Kampungan". Dan sontak melalui jejaring media sosial banyak reaksi dari warga dunia maya meningkahi kata "NDESO". Dan di negeri ini hal-hal demikian ada yang menanggapinya dengan serius, terlampau serius, tidak serius, ragu-ragu dan tidak tahu. Yang terakhir adalah tidak tahu apakah harus ditanggapi serius atau ditanggapi seperti angin lalu. Toh ditanggapi ataupun tidak kehidupan akan terus menggerus waktu, orang-orang yang harus berjuang meningkatkan taraf kemampuan hidup harus menghadapi itu sebagai kenyataan. Tak peduli di jagat Negeri ini sedang ada apa yang terjadi,kadang-kadang hal-hal tersebut cukup sampai bisa Ditertawakan sambil kumpul sambil nyruput kopi atau nyeplus cengek dan tahu sumedang. 

Wednesday, 5 July 2017

Berangkat dulu, mandi kemudian


Bandung

Sore itu hujan turun dengan derasnya di Bandung, saya berada di markas Muhammadiyah Disasster Management Center atau Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah di jalan Sancang. Dua hari sebelumnya saya baru saja pulang dari Cianjur selepas mengadakan kegiatan Latihan Gabungan Relawan Bencana Muhammadiyah. Kegiatan yang hampir menghabiskan waktu seminggu mulai dari persiapan hingga penutupan membuat lumaya cape. Sehingga sore itu saya hanya santai-santai buka gawai dan daring di media sosial. Hingga menjelang malam grup kebencanaan di  WA ramai melaporkan situasi dan kondisi selepas hujan yang sudah beberapa hari melanda daerah-daerah di Jawa Barat. Hingga mengerucut pada laporan yang dihantarkan Nina salah seorang anggota Aisyiyah di Sumedang mengenai kejadian longsor. 

Hujan deras sejak Selasa (20/9/2016) sore sampai malam mengakibatkan longsor di beberapa kawasan di Sumedang. Akibat longsor, empat orang tewas tertimbun longsor dan satu orang diantaranya baru bisa dievakuasi Rabu (21/9/2016) pagi. ‘Aiysiyah Sumedang berinisiatif membuka posko di Klinik Aisyiyah Sumedang dan memerlukan support. Akhirnya saya tidak bisa santai lagi harus segera berkoordinasi dengan rekan-rekan lainnya yang sama-sama kelelahan dari berkegiatan di Cianjur. Otomatis dari semua pengurus yang bisa siap terjun ke lokasi bencana hanya beberapa orang saja. Kemudian apa yang bisa dilakukan pada tahap awal? Yang pertama mungkin penghimpunan bantuan di Bandung dan sorenya akan didorong ke Sumedang.
 

Thursday, 29 June 2017

Membaca Literasi melalui Simbol Nilai : Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta




Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta ~

Sebuah Masjid tertua Nusantara di lingkungan kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai kesultanan Islam. Dibangun (1773 M) seusai Sultan Hamengku Buwana I selesai membangun keraton baru dari sebab perjanjian Giyati (1755 M). Masjid yg berfungsi sebagai sarana ibadah Raja bersama rakyatnya. Diprakarsai oleh Sultan sendiri, Kyai Penghulu Faqih Ibrahim Diponingrat, dan arsiteknya Kyai Wiryokusumo.

Kita akan membaca "bahasa simbol" yang mejadi keistimewaan proses Islamisasi Jawa oleh para Wali. Karena memang literasi berbentuk kitab sangat terbatas, pun orang yang menguasai cara membaca, menafsirkan hingga mengoperasionalkan kajian-kajian mendalam pada tataran kehidupan masyarakat pada masa itu.

Sunday, 11 June 2017

Pengeluaran di Bulan Ramadan



Kenyataannya . . . .
Bulan Ramadan adalah dimana umat Islam diwajibkan melaksanakan ibadaha puasa (shaum), dengan rangkaian kegiatan menahan makan dan minum selama satu hari penuh kemudian dibolehkan berbuka pada saat waktu Maghrib tiba. Dalam melaksanakan ibadah puasa, jadwal kita tentu menjadi berubah terutama dalam hal makan. Diawali makan sahur kemudian ketemu lagi waktu makan pas buka puasa, itupun mungkin tidak akan teralu banyak menu yang kita makan karena biasanya selepas berpuasa tubuh memerlukan waktu untuk dapat mengolah makanan yang masuk. Jadi engga bisa banyak-banyak dulu pada waktu berbuka, efeknya kalau sekali buka dihajar menu besar tubuh kita akan kelelahan mengolah makanan. Dan kita menjadi cepat mengantuk sehingga rangkaian ibadah lainnya yaitu shalat tarawih menjadi terlewatkan. Dengan dua jadwal makan sepertinya pengeluaran kita akan semakin hemat di bulan ramadan. Kalau sekali makan kita beli di warteg seharga 9 ribu rupiah (Nasi, telur bumbu, sayur) untuk porsi mahasiswa, dua kali makan cukup mengeluarkan anggaran 18 ribu rupiah. Tapi tunggu dulu!