Tuesday, 3 October 2017

Bubur Kacang Madura


Bagian Indonesia mana yang engga bikin kamu kangen atau rindu ? . Tentang rindu , sebab rindu pula yang membuatmu kehabisan kata-kata. Nah dimalam yang dingin, dipengkolan yang siangnya ramai oleh kegiatan manusia mencari rezeki adalah Ibu Bapak penjual bubur kacang Madura. Berbeda dengan bubur kacang hijau posyandu, versi madura kuahnya putih, citarasa santan yang gurih dan manis dari gula pasir . 

Semangkuk cukup membuat perut engga bunyi2 lagi, mungkin karena kalorinya tinggi. Disajikan panas dengan ketan hitam dan potongan roti yang lembut. Sebetulnya ada banyak penjual Bubur Kacang Madura di Bandung, rasanya identik satu sama lain. Tapi ada rasa yang membedakan diantara satu pedagang dengan lainnya . 

Wednesday, 13 September 2017

Generasi Kebanyakan Micin atau Pecin


Bagaimana peradaban kita hari ini? Indonesia jelas merupakan peradaban besar dengan lini masa sejarah yang tidak kerdil. Peradaban Nusantara sangatlah hebat hingga membawa manusianya berada pada masa saat ini dimana terwujudnya negara kesatuan Indonesia. Negara ini sangat disegani oleh negara-negara lainnya di dunia. Tokoh-tokohnya pun tidak kalah berpengaruhnya dalam kancah pergaulan Internasional. Bagaiamana masa depan peradaban di negeri bernama Indonesia ini?

Wow pembukaannya belum apa-apa sudah membahas peradaban, kajiannya pasti sangat berat akan berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan agama hingga manusianya. Tapi bukan itu yang mau saya angkat, saya tergelitik saja dengan celetukan para remaja yang saya perhatikan akhir-akhir ini. Selamat datang generasi kebanyakan micin! , lho ko micin bukankah itu penyedap rasa? Yang kalau takarannya pas bakal membuat masakan menjadi lezat.

Tuesday, 12 September 2017

Sarjana Ekonomi yang malas belajar ekonomi


"harga jengkol di pasar Ciroyom menjelang lebaran harganya mencapai 120 ribu rupiah, mengalahkan harga daging sapi yang bertahan di angka 95-100 ribu rupiah"
Jadi selama belajar di bangku perguruan tinggi apa yang dipelajari dan didapat? Ya banyak sih mulai dari mikroekonomi, makroekonomi, ekonomi Islam, dasar-dasar akuntansi dan masih banyak lagi. Dari semua itu jujur selepas menyandang kelulusan sudah tidak pernah saya buka-buka lagi. Yang ada dikepala hanya yang tersisa saja, apalagi teori-teori malas rasanya mengingat-ngingat teori yang tidak saya pakai pada akhirnya. Tapi ada ko sedikit ilmu yang saya amalkan dari belajar ekonomi yaitu bagaimana memaksimalkan sumber daya yang terbatas menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Ilmu ini sepertinya yang paling terasah setiap waktu, kebutuhan hidup makin lama makin bertambah. Mm tergantung gaya hidup sih sebenernya, kalau tidak punya uang ya ngirit-ngirit atau berpuasa, kalau lagi pengen sesuatu ya maksain nabung meski seringnya tabungan kepake lagi kepake lagi.

Makroekonomi cabang keilmuan yang membahas keseluruhan sistem ekonomi bekerja, skalanya adalah bagaimana suatu negara menjalankan prinsip-prinsip ekonomi. Dan lagi-lagi saya malas mengembangkan kemampuan analisis saya di bidang makroekonomi. Yang saya tahu harga jengkol di pasar Ciroyom menjelang lebaran harganya mencapai 120 ribu rupiah, mengalahkan harga daging sapi yang bertahan di angka 95-100 ribu rupiah. Sementara pendapatan warga negara sangat beragam, yang pasti menjelang lebaran daya beli masyarakat bertambah dengan adanya tunjangan hari raya. Sampai disini sih sepertinya normal-normal saja, kecuali tidak sedikit warga negara yang berada pada sektor informal dan memiliki penghasilan yang tidak tetap sehingga belanja kebutuhan berhari raya pun tidak mampu. Ah sungguh apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini, yang kaya semakin kaya yang miskin semakin sulit mengangkat harkat dan derajat kehidupannya.

Saturday, 9 September 2017

Pertanyaan

Saya selalu menghindari pertanyaan ini itu terutama yang menyangkut kehidupan yang saya jalani. Yups kadang pertanyaan-pertanyaan itu seperti gangguan, sudah ini belum, apa yang sudah didapatkan, dicapai dan lain-lain. Meskipun menghindar bukan berarti tidak memikirkannya, jelas malah selalu jadi pikiran. Hanya saja berupaya agar pertanyaan-pertanyaan yang ada dihadapan tidak menjadi beban, pelampiasannya adalah dengan sebanyak mungkin melakukan hal-hal yang ada dan bisa.

Belum menikah ditanyakan, belum punya pekerjaan ditanyakan, belum punya rumah, kendaraan, gawai ketanyaan juga. Apakah sekali-kali bagaimana kalau pertanyaan-pertanyaan diubah menjadi ajakan dan jalan keluar terutama pada hal-hal yang ditanya kesulitan untuk menjawabnya.

Tapi ibarat jam weker, pertanyaan juga penting lho. Untuk mengingatkan sudah sejauh mana kita melangkahkan kaki di dunia ini. Karena kan tidak selamanya kita hidup dan diakhir akan ditanya juga oleh Allah apa saja yang sudah kita lakukan dalam kehidupan. Kalau melihat kebelakang ngeri juga sih, lebih banyak salahnya daripada baiknya.

#koffiepagi

Friday, 8 September 2017

World Literacy Day



8 September diperingati sebagai hari literasi dunia, belaangan ini kita sering sekali mendengar kata literasi. Mahluk seperti apa literasi itu? Sebetulnya kita sudah akrab dengan literasi sejak bersekolah dulu. Guru akan memberikan tugas untuk membaca buku di perpustakaan sekolah. Kesukaan saya membaca buku cerita rakyat yang banyak temanya. Seperti cerita tentang anak gajah dipedalaman lampung yang bersahabat dengan seorang anak pemilik kebun durian yang jauh dari perkampungan. Atau juga cerita tentang kabayan, siapa yang tidak kenal kabayan. Cerita-cerita itu sangat membekas hingga kini apalagi kalau dalam setiap bacaan ditambahkan pula nilai-nilai yang baik. Literasi bukan sekedar kegiatan membaca karena pada akhirnya literasi akan membawa pengaruh pada individu dalam berkehidupan. Penelitian-penelitian ilmiah bisa berkembang dikarenakan ada literasi dari dokumen penelitian sebelumnya. Yang hasilnya apakah akan menciptakan teknologi baru atau menyempurnakan hasil karya yang sudah ada.

Tuesday, 29 August 2017

Diponegoro , Api Perjuangan tidak boleh Padam



Indonesia sudah memasuki usia 72 tahun semenjak diproklamasikannya kemerdekaan, sebagai penanda telah berakhirnya penindasan atas negeri ini oleh penjajahan. Dan perlu kita sadari bahwa perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan sungguhlah tidak mudah, pengorbanan jiwa dan raga sudah menjadi keniscayaan. Pertanyaannya adalah sejauh mana generasi kita belajar dari setiap literasi sejarah negeri ini untuk kemudian melanjutkan cita-cita luhur agar negeri ini aman tentram dan sejahtera bagi rakyatnya?  

Diponegoro
Selain gelar pahlawan disematkan kepada beliau , adakah yang tahu bagaimana perjuangan Diponegoro ?  Beliaulah yang memimpin Perang Jawa atas kesewenang-wenangan kolonialisme Belanda, selain itu pengaruh dunia barat serta merta telah merubah tatanan kehidupan di lingkungan pemuka masyarakat sebagai pengayom. Sehingga terbentuklah kelompok-kelompok yang tunduk dan patuh pada Belanda, yang mementingkan kekuasaan daripada tugasnya sebagai pemuka masyarakat hingga kelompok yang menyadari benar bahwa Belanda telah membawa pengaruh yang merusak masa depan kehidupan di negeri ini. Upaya melemahkan dan memecah belah kekuatan-kekuatan pribumi telah dilakukan Hindia Belanda melalui tangan VOC dan memang ingin menguasai seluruh sumber daya alam yang banyak.  

Tuesday, 22 August 2017

Merawat dan memperkokoh Negeri ala Bloger

 
Prof. Karim Suryadi dalam Flash Blogging bersama penggiat Blogs Bandung


Kira-kira apa yang membuat Indonesia dikenal luas hingga mancanegara? yang pasti adalah cerita-cerita petualangan yang dilakukan orang-orang dari luar negeri itu menjelajahi setiap sudut Indonesia. Jazirah Nusantara yang luas dan sangat eksotik membuat mereka kagum, dan kok bisa ya? Di negeri ini terdiri dari banyak budaya dan etnis pun Agama yang dianut warga Indonesia tidak hanya satu, dengan keberagaman itu berwujud negara bernama Indonesia yang tidak bisa ditemukan di jazirah manapun.Karena konsep Indonesia adalah cita-cita besar para pendiri Bangsa yang sudah menyadari sepenuhnya dengan potensi keberagaman yang ada di negeri ini. Hanya satu konsep yang bisa menyatukan semuanya itu yaitu konsep ke-Indonesia-an.

Perkembangan berikutnya seiring pesatnya teknologi dan informasi dimana orang tinggal terhubung dengan internet kemudian mencari tahu apa yang diperlukannya, Indonesia menjadi semakin terbuka. Hanya saja informasi-informasi yang ada mengenai negeri ini pada akhirnya akan membentuk citra apakah baik atau buruk. Karena informasi yang tersebar disatu sisi bisa jadi potensi dan kekuatan disisi lain bisa jadi tantangan dan ancaman. Yang terakhir ini yang sangat disoroti karena apabila tidak ada kesadaran untuk menghindarkan negeri ini dari ancaman maka saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya. Peran kita semualah sebagai warga negara untuk menjadi bagian dalam rangka merawat ke Indonesiaan yang sudah masuk usia 72 tahun semenjak diproklamasikan kemerdekaannya.